download disini
Sk ppdp Desa
Jumat, 05 Oktober 2012
Kamis, 04 Oktober 2012
KPU Jabar Terima Dokumen Dukungan Bakal Pasangan Calon Dedeng-Maman Daning
Rombongan yang diantaranya berseragam perguruan pencak silat Gajah Putih Mega Paksi Pusaka, ormas Pemuda Pancasila, keluarga, kerabat dan tim kampanye bakal pasangan calon perseorangan Dedeng-Maman Daning, tiba di Sekretariat KPU Jabar pada Rabu (3/10) pukul 8.50 diiringi kendaraan pengangkut dokumen dukungan. Kehadiran mereka disambut di ruangan tamu aula oleh para petugas verifikasi dan Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Humas KPU Jabar, Teppy Dharmawan.
Pasangan dari jalur independen yang akan masuk bursa pencalonan pada Pilgub ini menolak secara halus pada saat petugas mempersilahkan untuk duduk di kursi tamu yang tersedia di depan aula, mungkin karena alasan ruangan itu telah dipadati oleh rombongannya dan para wartawan yang menunggu kesempatan mewawancarai mereka. Lantas keduanya minta ijin ke luar ruangan sambil mengajak tim kampanye dan rombongannya untuk mencari minuman di warung.
Namun, belum sampai di kantin KPU Jabar yang dituju dan baru melangkah di front office tempat Satpam berjaga, Dedeng dan Maman Daning sudah dihadang belasan wartawan yang telah menunggunya agak lama. Kepada para wartawan, Dedeng yang masih berstatus PNS (pegawai negeri sipil) ini mengungkapkan pencalonannya yang hanya bermodalkan kecintaan dari tim kampanye dan pendukungnya, yang menghendaki kedua maju pada Pilgub 2013 dan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018.
“Sebetulnya kami tak punya modal (uang-red.). Apalagi saya, teman-teman wartawan pasti belum kenal saya dan sekarang tiba-tiba saja menjadi bakal calon, itu karena saya punya prinsip ulah rame memeh usum ambeh teu pipaseaeun. Margi abdi mah alim pasea. Begitu,” tutur Dedeng seraya mengutarakan itikadnya ingin membangun Jawa Barat tanpa uang. Sebab, jika membangun dengan uang dan makin banyak dana yang keluar, maka makin banyak pula APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja) yang terganggu.
Ketika ditanya apakah ada partai politik yang menawarinya untuk diusung menjadi calon gubernur, dengan nada rendah Dedeng malah balik bertanya kepada wartawan, “Parpol mana yang mau sama saya yang tak punya uang? Nah, sekarang saya dan Pak Maman Daning maju mencalonkan lewat jalur independen, karena melihat masih adanya bias pembangunan, disvaritas, kesenjangan, kemiskinan, yang harus diatasi. Yah…, seperti bahasa dewa-lah siga nu sanes. Tapi intinya, kami ingin berbuat untuk Jawa Barat. Makanya kami punya visi sederhana : Jabar sejahtera”.
Menjawab pertanyaan, Dedeng menegaskan perihal pembangunan yang harus dimulai dari desa, karena desa merupakan titik awal pertumbuhan. “Jika desa maju, pasti kecamatan maju. Kalau kecamatan maju, pasti kabupaten/kota maju. Kalau kabupaten/kota maju, maka Provinsi Jawa Barat ini akan maju dan sejahtera. Membangun itu harus dari bawah dulu. Harus kita angkat potensinya,” papar Dedeng dengan diakhiri tepuk tangan rombongan yang mendampinginya saat diwawancara.
Sementara pasangan ini berada di kantin bersama beberapa orang tim kampanye, dokumen dukungan yang dikemas dalam dus, yang dibawa oleh pasangan Dedeng dan Maman Daning dalam mobil box dibongkar muat dan langsung diangkut ke aula. Penyimpanannya di aula ditata oleh tim kampanye secara berderet dan terpisah berdasarkan kabupaten/kota pendukung, disaksikan oleh petugas verifikasi dari 26 KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat dan Komisioner sekaligus Ketua Pokja Perncalonan KPU Jabar, Teten Setiawan.
Bersama tim kampanye, petugas verifikasi menghitung dus berisi berkas dukungan untuk bakal pasangan calon perseorangan Dedeng dan Maman Daning, dengan jumlah sebanyak 122 dus dari 17 kabupaten/kota. Seperti tertulis dalam berita acara penerimaan berkas dukungan, sebaran dukungan dari 17 kabupaten/kota itu masing-masing Kota Banjar (2 dus), Kab. Tasikmalaya (2 dus), Kab. Sukabumi (2 dus), Kab. Cianjur (4 dus), Kab. Bekasi (2 dus), Kab. Ciamis (2 dus), Kab. Bandung (4 dus), Karawang (4 dus), Kab. Majalengka (10 dus), Kab. Sumedang (4 dus), Kota Tasikmalaya (2 dus), Kota Depok (6 dus), Kab. Purwakarta (6 dus), Kab. Cirebon (4 dus), Kab. Indramayu (2 dus) dan Kab. Kuningan (64 dus). (MC/KPUJBR
Rabu, 03 Oktober 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
Bakal Pasangan Calon Perseorangan Dikdik-Cecep Serahkan Dokumen Dukungan ke KPU Jabar
Komisioner
Pokja Pencalonan Teten Setiawan dan Kabag Hukum,Teknik dan Humas KPU
Jabar, Teppy Dharmawan sedang memeriksa dokumen dukungan dari bakal
pasangan calon perseorangan Dikdik - Cecep.
Padahal, pihak KPU Jabar sendiri memprediksi penyerahan dokumen dukungan akan mulai dilakukan oleh para bakal pasangan calon perseorangan pada hari ketiga, Rabu (3/10) hingga hari terakhir penyerahan pada Jumat (5/10). Khusus hari terakhir, KPU Jabar akan memberi kesempatan kepada pasangan calon perseorangan untuk menyerahkan dan melengkapi dokumen sampai pukul 24.00.
Pasangan calon dari jalur independen yang nyata-nyata membuktikan kesungguhannya masuk bursa pencalonan pada Pilgub 2013, Dikdik yang masih menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan Cecep mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu , datang ke KPU Jabar pada pukul 8.15 dengan mengendarai Mitsubishi Pajero Sport bernopol B 514 DEN dikawal oleh kendaraan pengawal dari Kepolisian, serta diiringi puluhan orang tim kampanye dan mobil colt box yang memuat 84 dus berisi dokumen dukungan.
Kehadiran Dikdik dan Cecep berikut rombongan tim suksesnya disambut oleh para petugas penerima dokumen dan Komisioner sekaligus Ketua Pokja Pencalonan KPU Jabar, di ruangan tamu depan aula. Usai berbincang sejenak dengan para pejabat struktural di komisi ini, bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat itu lantas memasuki aula untuk menyaksikan dokumen dukungannya yang disimpan di aula.
Sedangkan dokumen sebanyak 84 dus yang dibawa mereka dibongkar muat oleh para pemuda berpakaian seragam bertuliskan “Kang Dikdik nu Wening”. Dalam berita acara penerimaan berkas dukungan bakal pasangan calon perseorangan Pilgub 2013 tertulis, bahwa pasangan calon independen ini menyerahkan berkas masing-masing 21 dus surat dukungan pemilih dari Kabupaten Bandung dan 63 dus dukungan dari Kabupaten Bogor.
Menurut salah seorang petugas penerima dokumen yang juga Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Humas KPU Jabar, Teppy Dharmawan, dokumen ini oleh KPU Jabar akan dikirim kepada dua KPU kabupaten bersangkutan, setelah dilakukan pengecekan yang disaksikan pula oleh tim kampanye Dikdik dan Cecep. Meski dukungannya yang diserahkan ke KPU Jabar baru dari 2 kabupaten, bakal pasangan calon Dikdik dan Cecep masih mempunyai waktu 3 hari lagi untuk melengkapinya.
Kepada belasan wartawan yang meliput aktivitas KPU Jabar dalam menyelenggarakan Pilgub 2013, lebih lanjut Teppy menerangkan jumlah dukungan yang harus dilengkapi pasangan Dikdik dan Cecep, adalah dukungan dari 12 kabupaten/kota lagi. Jika nanti telah lengkap, berarti pasangan ini dinyatakan memenuhi syarat penyerahan dokumen dukungan dengan sebaran minimal 50 persen atau 14 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, sesuai ketentuan yang tersirat dalam Peraturan KPU Nomor 9/2012 tertanggal 13 Agustus 2012.
“Jumlah yang diserahkan oleh pasangan bakal calon baru sebagian. Masih ada waktu sampai hari Jumat tanggal 5 Oktober 2012, dari pukul 8.00 sampai pukul 24.00, untuk melengkapi dokumen sampai memenuhi syarat dukungan 3 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat atau sebanyak 1, 474 juta pemilih. Meski begitu, dukungan dari dua kabupaten yang sudah diserahkan akan kami kirim ke KPU kabupaten bersangkutan untuk verifikasi faktual,” jelas Teppy.
Ketika diwawancarai wartawan, Dikdik menegaskan ia dan pasangannya, Cecep, sebenarnya telah mengantongi dukungan lebih dari 1,8 juta pemilih yang berdomisili di seluruh kabupaten/kota Jawa Barat. Namun, mengingat dukungannya digalang oleh tim kampanye mulai pertengahan Januari hingga Pebruari 2012, sehingga sebelum dikirimkan ke KPU Jabar perlu terlebih dulu diperiksa satu persatu untuk memastikan KTP (kartu tanda penduduk) pendukungnya masih berlaku.
Menjelang bubaran kantor dan penerimaan dokumen rekapitulasi dukungan ditutup untuk hari Selasa ini, pada pukul 15.25, tim kampanye Dikdik dan Cecep kembali menyambangi KPU Jabar berikut mobil colt box yang membawa barang berupa berkas dukungan sebanyak 106 dus. Ke-106 dus ini adalah tambahan dukungan dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor, serta dari Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut yang merupakan daerah kelahiran Dikdik pada 57 tahun lalu.
Dengan demikian, pada hari kedua tersebut bakal pasangan calon Dikdik dan Cecep telah menyerahkan sebanyak dokumen dukungan sebanyak 190 dus dengan sebaran dari 4 kabupaten. Berarti, masih banyak dokumen dukungan yang akan dikirim ke KPU Jabar oleh tim kampanye pasangan ini, dengan sebaran sekurang-kurangnya dari 10 kabupaten/kota lagi.
Dokumen terakhir dari Dikdik dan Cecep yang langsung diamankan di aula KPU Jabar, menurut rencana akan dibuka pada Rabu (3/10) pagi sekitar pukul 9.00 oleh petugas penerima bersama tim kampanye pasangan itu. Selanjutnya, KPU Jabar akan mendistribusikannya ke KPU kabupaten yang bersangkutan sekaligus dengan dokumen dukungan susulan pada Rabu dan Jumat (5/10), yang merupakan hari terakhir penyerahannya. (MC/KPUJBR)
Ketua KPU Jabar Membuka Resmi Pelatihan ODP
Selain perwakilan dari KPU kabupaten/kota, acara pembukaan tersebut dihadiri pula Komisioner Pokja Pemutakhiran Data Pemilih, Ferdiman, dan Iin Endah serta Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Humas Teppy Dharmawan, Kepala Bagian Program Data dan Sumber Daya Manusia Tonton Prihartono, dan para pejabat KPU lain di Sekretariat KPU Jabar.
Sesaat sebelum membuka resmi, Yayat menerangkan, institusi ODP memiliki tempat dan peran sangat trategis dalam Pilgub 2013, karena menjadi sebuah fungsi mensuport data yang benar-benar diperlukan dalam dalam pillkada (pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah) di Jawa Barat kali ini. Untuk itu, ia mengharapkan data yang nanti diolah oleh ODP menjadi data yang berkualitas.
Kendati demikian, ia mengingatkan ODP dari KPU kabupaten/kota agar selalu waspada dan cermat dalam melaksanakan tugasnya, serta terhindar dari ekses negatif. Betapa tidak, Yayat memandang ODP merupakan peranan yang sangat gampang dipolitisasi oleh siapapun, dan memang saebagai instrumen untuk melontarkan pernyataan ketidakpuasan dari pihak pasangan calon.
“Contohnya kekisruhan dari hasil kerja ODP adalah di DKI Jakarta. Tapi itu akibat memang ODP-nya saya nilai sudah keluar pakem. Karenanya, dengan keinginan luhur, kita belajar dari kejadian pilkada DKI, supaya tidak terjadi dalam Pilgub 2013 di Jawa Barat. Marilah kita bersama-sama menghormati suara rakyat yang juga suara Tuhan, agar tak boleh satupun ada yang hilang. Tak boleh satupun ada yang terbuang,” ajak Yayat seraya mengucapkan terimaksih sebesar-besarnya atas dedikasi dan tekad para utusan KPU kabupaten/kota, yang telah menunjukkan kesiapannya bekerja keras menyukseskan Pigub 2013.
Sebelumnya, Teppy Dharmawan menyebutkan, pelatihan ODP berlangsung selama 2 hari mulai 1 sampai 2 Oktober 2013 di Laboratorium Komputer Institut Teknologi Bandung. Pelatihan di perguruan tinggi negeri ternama ini dibagi dalam 2 tahapan, yaitu selain diikuti oleh perwakilan KPU kabupaten/kota juga diperuntukan bagi ODP di KPU Jabar.
Dalam sambutannya, Teppy pun menjelaskan peserta pelatihan ODP di ITB merupakan perwakilan dari Pokja Pendaftaran Pemilih KPU kabupaten/kota. Iapun berterimakasih atas kehadiran mereka dalam acara pembukaan dan pelatihan pada Selasa (2/10), serta meminta agar mereka dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan hasilnya sebaik-baiknya di kabupaten/kota masing-masing. (MC/KPUJBR)










